MAKALAH FISIKA TEKNIK TENTANG LISTRIK STATIS
BAB I
(PENDAHULUAN)
1.1 Latar Belakang
Fisika adalah salah satu ilmu pasti yang dalam
kajiannya terbatas pada fisik benda. Salah satu kajian dalam fisika ialah
mengenai kelistrikan.Di dalam kehidupan kita sehari-hari,kata ‘listrik’ bukan
merupakan hal yang asing lagi. Salah
satu contoh nyata
keberadaan listrik adalah
adanya ledakan petir. Petir merupakan hasil pelepasan muatan
listrik di awan. Energi yang dilepaskan petir sangat besar sehingga menimbulkan cahaya
panas dan bunyi gelegar yang sangat keras. Tahukah anda bahwa besarnya tegangan
listrik yang berasal dari petir dapat menghidupkan jutaan kendaraan?.Selain adanya petir, keberadaan listrik
dapat dilihat dari banyaknya
peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik, misalnya setrika, radio,televisi,lemari
es,kipas angin,mesin jahit listrik,magic jar,mesin cuci,dll.
Hal ini menunjukkan bahwa di dalam kehidupan kita energi listrik sudah menjadi
kebutuhan pokok. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mempelajari
listrik.Dalam ilmu fisika, listrik dibedakan menjadi dua macam, yaitu listrik
statis dan listrik dinamis.
Pada makalah ini,
akan dibahas mengenai listrik statis.
Listrik statis mempelajari sifat kelistrikan suatu benda tanpa memperhatikan
gerakan atau aliran muatan listrik.
Listrik statis (electrostatic) membahas muatan listrik yang berada dalam
keadaan diam (statis). Listrik statis dapat menjelaskan bagaimana sebuah
penggaris yang telah digosok-gosokkan ke rambut dapat menarik potongan-potongan
kecil kertas. Gejala tarik menarik antara dua buah benda seperti penggaris
plastik dan potongan kecil kertas dapat dijelaskan menggunakan konsep muatan
listrik. Berdasarkan konsep muatan listrik, ada dua macam muatan listrik, yaitu
muatan positif dan muatan negatif.
Muatan listrik timbul karena
adanya elektron yang dapat berpindah dari satu benda ke benda yang lain. Benda
yang kekurangan elektron dikatakan bermuatan positif, sedangkan benda yang
kelebihan electron dikatakan bermuatan negatif. Elektron merupakan muatan dasar yang menentukan sifat listrik suatu
benda. Dua buah benda yang memiliki muatan sejenis akan saling tolak menolak
ketika didekatkan satu sama lain. Adapun dua buah benda dengan muatan yang
berbeda (tidak sejenis) akan saling tarik menarik saat didekatkan satu sama
lain. Tarik menarik atau tolak menolak antara dua buah benda bermuatan listrik
adalah bentuk dari gaya listrik yang dikenal juga sebagai gaya coulomb.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian
Listrik Statis
Listrik statis
adalah suatu ilmu yang mempelajari pengumpulan muatan listrik dan
sifat-sifatnya pada sebuah benda.Apabila ditinjau dari asal kata maka kata
listrik yang diikuti kata “statis” artinya “diam”.Hal tersebut menunjukan bahwa
listrik statis ada kaitannya dengan gejala kelistrikan tidak mengalir atau
diam.Listrik statis tidak bisa menghasilkan arus listrik. Hal tersebut karena listrik
statis tidak bisa mengalir dari satu tempat ke tampat yang lainnya, tetapi hanya menyala di
satu tempat dalam sekejap.
Listrik statis timbul karena adanya fenomena dimana benda-benda
yang memiliki aliran listrik saling berpautan tanpa adanya sumber daya listrik
atau dengan kata lain benda tersebut dapat menghasilkan proton maupun elektron
tanpa menggunakan elemen pembangkit energi listrik.Listrik statis dapat
ditimbulkan oleh dua benda yang memiliki muatan listrik berbeda.
2.2 Muatan Listrik
Muatan adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda, yang membuatnya
mengalami gaya
pada benda lain yang berdekatan dan juga memiliki muatan listrik. Muatan adalah sifat dasar yang dimiliki oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif)
maupun elektron (muatan
negatif). Muatan listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif, jika
atomnya kekurangan elektron. Sementara atom yang kelebihan elektron akan
bermuatan negatif. Besarnya muatan tergantung dari kelebihan atau kekurangan
elektron ini, oleh karena itu muatan materi atau atom merupakan kelipatan
dari satuan muatan dasar. Dalam atom yang netral, jumlah proton akan sama dengan
jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau
tak bermuatan.
Contoh soal
1. Muatan listrik +q1 = 10
μC ; +q2= 20 μC dan q3 terpisah seperti pada gambar di udara:

Agar gaya Coulomb yang bekerja di muatan q2 = nol maka muatan q3 adalah....
A.+ 2,5 μC
B.− 2,5 μC
C.+ 25 μC
D.− 25 μC
E.+ 4 μC


Agar gaya Coulomb yang bekerja di muatan q2 = nol maka muatan q3 adalah....
A.+ 2,5 μC
B.− 2,5 μC
C.+ 25 μC
D.− 25 μC
E.+ 4 μC

5. Jumlah muatan dari dua buah muatan q1 dan q2
adalah 6 C. Jika kedua muatan tersebut dipisahkan sejauh 3 m maka masing-masing
muatan akan merasakan gaya listrik sebesar 7 mN. Jika kedua muatan tersebut
tarik-menarik, q1 dan q2 berturut-turut adalah ….
1
-1C dan 7C
2
-4C dan 10C
3
9C dan -3C
4
8C dan -2C
5
11C dan -5C

2.
2.3 Muatan Listrik
Dalam Suatu Atom
2.3.1 Teori Atom Tentang Muatan Listrik
Menurut teori atom, setiap atom terdiri atas tiga macam partikel.
Ketiga macam partikel tersebut digambarkan dengan model atom seperti gambar di
bawah ini.
Ketiga macam partikel penyusun atom yaitu proton, neutron, dan
elektron. Proton dan neutron terletak di pusat atom, sedangkan elektron selalu
bergerak mengelilingi proton dan neutron dengan lintasan tertentu.Hal
ini terjadi karena massa proton dan neutron jauh lebih besar daripada
elektron.Oleh karena itu, proton dan neutron disebut sebagai inti atom
(nukleon).Inti atom mempunyai gaya tarik. Hal inilah yang menyebabkan proton
dan neutron dapat rekat menjadi satu serta elektron dapat bergerak mengelilingi
inti pada lintasannya.
Kekuatan ikatan elektron pada atomnya berbeda untuk bahan yang
berbeda. Karena sesuatu hal, elektron suatu atom dapat lepas dan berpindah
ke atom lain. Hal ini mengakibatkan perubahan sifat atom. Berdasarkan kenyataan
ini, maka dapat dibedakan atom menjadi tiga macam :
a. Atom netral, yaitu atom yang mempunyai jumlah proton sama dengan elektron,
b. Atom bermuatan positif, yaitu atom netral yang melepaskan elektron (kekurangan elektron).
c. Atom bermuatan negatif, yaitu atom netral yang menangkap elektron (kelebihan elektron).
2.4 Elektroskop
Elektroskop
adalah alat yang digunakan untuk mengetahui muatan listrik sebuah benda.
Elektroskop juga dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan suatu benda.
Elektroskop bekerja berdasarkan prinsip induksi listrik. Elektroskop terdiri
atas bagian dalam dan bagian luar. Pada bagian dalam, terdapat dua buah batang
atau keping yang dapat bergerak bebas dan biasanya terbuat dari emas. Pada
bagian luarnya, terdapat sebuah konduktor
yang dipisahkan dengan bagian lainnya oleh bahan isolator. Jika sebuah benda
bermuatan didekatkan pada kepala elektroskop, maka keping emas tersebut akan
mekar.
2.4.1 Gambar Elektroskop (Terlampir)
2.4.2 Fungsi Elektroskop
a. mendeteksi adannya muatan pada suatu benda.
b. memisahkan muatan.
c. .mendeteksi negatif atau positif muatan suatu benda.
d. Mengetahui ada atau tidaknya muatan listrik pada suatu benda.
e. Mengetahui jenis muatan listrik pada suatu benda.
f. Mengetahui jumlah muatan listrik pada suatu benda.
2.4.3 Bagian-bagian Elektroskop
a. Kepala
Elektroskop (terbuat dari logam)
b. Penghantar/ atau konduktor yang menghubungkan kepala elektroskop dengan foil
c. Daun elektroskop
(foil) terbuat dari kertas emas atau alumunium tips.
2.4.4 Cara Kerja
Eletroskop
Apabila
sebatang pelat politen yang bermuatan negatif didekatkan pada kepala
elektroskop yang netral, maka elektron di dalam kepala elektroskop berpindah
menuju pelat dan daun elektroskop. Akibatnya, kepala elektroskop kekurangan
elektron (bermuatan positif) dan daun elektroskop kelebihan elektron (bermuatan
negatif). Pelat dan daun sama-sama bermuatan listrik negatif. Sehingga terjadi
gaya tolak-menolak. Dan daun elektroskop membuka (mekar).
Apabila
kepala elektroskop netral di dekatkan sebatang kaca yang bermuatan listrik
positif, maka elektron – elektron yang berada pada daun dan pelat elektroskop
ditarik menuju kepala elektroskop (Ingat positif-negatif saling tarik menarik).
Akibatnya , kepala elektroskop bermuatan listrik negatif, pelat dan daun
elektroskop membuka (mekar) karena terjadi gaya tolak menolak.
Elektroskop yang telah
bermuatan listrik ini dapat digunakan unutk mengetahui jenis muatan. Apabila benda
yang didekatkan kepala elektroskop menyebabkan daun elektroskop lebih mekar,
maka muatan listrik pada kepala elektroskop adalah sejenis dengan benda yang
didekatkan. Apabila benda yang di dekatkan menyebabkan daun elektroskop lebih
kuncup, maka muatan listrik pada kepala elektroskop adalah tidak sejenis dengan
benda yang di dekatkan.
2.5 Pengosongan Muatan
Pengosongan
muatan adalah proses dimana meloncatnya muatan listrik yang terjadi pada saat
muatan listrik bergerak secara bersama- sama. Contohnya adalah pada petir.Secara
ilmiah, fenomena alam ini dapat diartikan sebagai proses perpindahan elektron
antar awan dan bumi melalui medium udara. Penyebab terjadinya petir adalah
perbedaan potensial antara awan dan bumi. Proses terjadinya petir kira-kira
seperti ini, awan itu selalu bergerak terus menerus dan selama pergerakannya
akan terus berinteraksi dengan awan lainnya sehingga menyebabkan muatan negatif
dan positif pada awan memisah. Muatan negatif akan menempati salah satu sisi (
atas atau bawah ) dan muatan positif di sisi yang lain. Oleh karena itu lah
awan bisa mengandung muatan. Sedangkan di saat yang bersamaan bumi itu selalu
netral, sehingga terjadi perbedaan potensial antara awan dan bumi. Jika
perbedaan potensial itu cukup besar, akan terjadi proses pembuangan elektron
supaya tercapai kesetimbangan. Nah, proses pembuangan elektron inilah yang menyebabkan
perpindahan arus listrik yang biasa kita lihat sebagai kilatan atau yang kita
sebut petir.
Akan
tetapi, ketika
langit berawan, tidak semua awan adalah awan petir. Hanya awan cumulonimbus
yang menghasilkan petir. Petir terjadi karena pelepasan muatan listrik dari
satu awan cumulonimbus ke awan lainnya, atau dari awan langsung ke bumi.
Petir terjadi akibat perpindahan muatan negatif menuju ke muatan positif.
Menurut batasan fisika, petir adalah lompatan bunga api raksasa antara dua
massa dengan medan listrik berbeda,yaitu antara awan
cumulonimbus dengan tanah atau antar awan cumulonimbus.
2.6 Hukum Coulomb
Hukum
Coulomb adalah hukum yang menjelaskan hubungan antara gaya yang timbul antara dua titik muatan, yang
terpisahkan jarak
tertentu, dengan nilai muatan dan jarak pisah keduanya.
Hukum
ini menyatakan apabila terdapat dua buah
titik muatan maka akan timbul gaya di antara keduanya, yang besarnya sebanding
dengan perkalian nilai kedua muatan dan berbanding
terbalik dengan kuadrat
jarak antar keduanya. Interaksi antara benda-benda bermuatan (tidak hanya titik muatan)
terjadi melalui gaya tak-kontak
yang bekerja melampaui jarak separasi. Adapun hal lain yang perlu diperhatikan
adalah bahwa arah gaya pada masing-masing muatan terletak selalu sepanjang
garis yang menghubungkan kedua muatan tersebut. Gaya yang
timbul dapat membuat kedua titik muatan saling tarik-menarik atau saling
tolak-menolak, tergantung nilai dari masing-masing muatan. Muatan sejenis
(bertanda sama) akan saling tolak-menolak, sedangkan muatan berbeda jenis akan
saling tarik-menarik.
Contoh soal
1. Suatu
segitiga samasisi yang panjang sisinya 30 cm berada di udara. Jika di
titik-titik sudut A,B dan C berturut-turut terdapat muatan listrik sebesar
-2μC, 2μC dan 3μC, besar gaya Coulomb pada muatan di titik C adalah…
A. 0,6N
B. 0,7N
C. 0,8N
D. 0,9N
E. 1,0N
Pembahasan
2.7 Medan Listrik
2.7.1 Pengertian Medan Listrik
Medan listrik didefinisikan sebagai ruangan di sekitar benda
bermuatan listrik, di mana jika sebuah benda bermuatan listrik berada di dalam
ruangan tersebut akan mendapat gaya listrik (gaya Coulomb). Medan listrik
termasuk medan vektor, sehingga untuk menyatakan arah medan listrik dinyatakan
sama dengan arah gaya yang dialami oleh muatan positif jika berada dalam
sembarang tempat di dalam medan tersebut. Arah medan listrik yang
ditimbulkan oleh benda bermuatan positif dinyatakan keluar dari benda,
sedangkan arah medan listrik
yang ditimbulkan oleh benda bermuatan negatif dinyatakan masuk ke benda.
Untuk menggambarkan medan listrik digunakan garis-garis gaya
listrik. Garis-garis gaya listrik yaitu garis lengkung yang
dibayangkan merupakan lintasan yang ditempuh oleh muatan positif yang bergerak
dalam medan listrik. Garis gaya
listrik tidak mungkin akan berpotongan, sebab garis gaya listrik merupakan
garis khayal yang berawal dari benda bermuatan positif dan akan berakhir di
benda yang bermuatan negatif. Gambar dibawah menggambarkan garis-garis gaya
listrik di sekitar benda bermuatan listrik.
2.7.2 Kuat Medan Listrik
Kuat medan listrik di suatu titik dalam medan listrik
didefinisikan sebagai gaya per satuan muatan listrik di titik itu. Kuat medan
listrik dinyatakan dengan lambang E. Untuk menyatakan kuat medan di suatu titik
dalam medan listrik perhatikan gambar dibawah, menggambarkan suatu benda
bermuatan q yang menimbulkan medan listrik di sekitarnya.
Kita tinjau
suatu titik P yang berada pada jarak r dari q. Untuk menentukan kuat medan listrik di titik
P, kita letakkan sebuah muatan penguji sebesar q’. Besarnya kuat medan di titik
P dapat dituliskan :
di mana :
k = Konstanta = 9.109 N m2 C-2
q = muatan listrik penimbul medan (C)
r = jarak antara titik P ke muatan q (m)
Demikian juga medan listrik termasuk besaran vektor, seperti
halnya gaya listrik. Apabila pada suatu titik dipengaruh oleh medan listrik
yang ditimbulkan oleh lebih dari satu benda bemuatan, maka kuat medan listrik di
tempat itu sama dengan jumlah vektor dari masing-masing kuat medan.
Apabila letak benda berada dalam satu garis lurus, maka kuat medan listrik pada
titik C adalah : EC = EA + EB
Jika letak benda tidak dalam
satu garis lurus. Maka kuat medan listrik
di titik C adalah : EC = EA + EB
di mana sudut yang diapit
antara
dan
adalah
α.
Contoh soal :
1. Sebuah bola konduktor
dengan jari-jari R memiliki rongga
berbentuk bola yang berjari-jari a
dihitung dari pusat bola konduktor, dengan a
> R/2. Di pusat bola konduktor
diletakkan sebuah muatan titik +Q dan bola konduktor itu diberi muatan +Q. Jika
k = 1/(4πεo ) dengan εo
adalah permitivitas listrik dalam udara maka besar kuat medan listrik di sebuah
titik yang berjarak R/2 dari pusat
bola konduktor adalah ….
Pembahasan
Perhatikan gambar ilustrasi untuk soal
di atas!

Jika tidak ada muatan di pusat bola
konduktor maka besar kuat medan listrik di dalam bola konduktor tersebut adalah
nol. Tetapi karena di pusat bola konduktor terdapat muatan +Q, maka kuat medan listrik di suatu
titik di dalam bola konduktor dipengaruhi muatan pusat tersebut. Sedangkan
muatan di luar bola tidak berpengaruh.
Besar muatan titik di dalam bola konduktor tersebut adalah:
Besar muatan titik di dalam bola konduktor tersebut adalah:

2. Dua
partikel P dan Q terpisah pada jarak 9 cm seperti gambar.

Letak titik yang kuat medannya nol adalah.....
A.3 cm di kanan P
B.6 cm di kanan P
C.3 cm di kiri P
D.4 cm di kanan P
E.4 cm di kiri P


Letak titik yang kuat medannya nol adalah.....
A.3 cm di kanan P
B.6 cm di kanan P
C.3 cm di kiri P
D.4 cm di kanan P
E.4 cm di kiri P

2.8 Energi Potensial
Listrik dan Potensial Listrik
Medan listrik yang
ditimbulkan muatan listrik (q)
Gambar tersebut
menggambarkan medan listrik yang ditimbulkan muatan listrik q, untuk memindahkan muatan sebesar q’ dari titik A yang berjarak rA
ke titik B yang berjarak rB dari q. Usaha yang diperlukan adalah :
WAB = 
WAB = 
WAB = 
WAB = 
Dalam hal ini energi
potensial listrik bertanda negatif, yang berarti makin jauh dari muatan listrik
penimbul medan makin besar energi potensialnya. Besarnya energi potensial
listrik di jauh tak terhingga sama dengan nol. Apabila titik A berada di jauh
tak terhingga rA, maka EPA = 0 dan persamaan diatas menjadi :
Dalam hal ini rB dapat sembarang jarak,
maka :
dengan :
EP = energi
potensial di suatu titik P dalam medan listrik (Joule)
k = Konstanta = 9 × 109 N m2C-2
q = muatan listrik penimbul medan
q’ = muatan listrik penguji
r = jarak titik P ke muatan q
k = Konstanta = 9 × 109 N m2C-2
q = muatan listrik penimbul medan
q’ = muatan listrik penguji
r = jarak titik P ke muatan q
Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa energi potensial listrik di suatu titik (P) dalam medan
listrik didefinisikan sebagai usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan
listrik (q’) dari jauh tak terhingga
ke titik itu.
Persamaan Matematik Energi Potensial Listrik dan Potensial Listrik
Energi potensial per satuan
muatan positif disebut potensial listrik,yang diberi lambang V. Potensial
listrik termasuk sebagai besaran skalar. Jadi potensial listrik pada suatu
titik dalam medan listrik yang berjarak r
dari q dinyatakan :
dengan :
q = muatan listrik
penimbul medan (Coulomb)
r = jarak titik P dari q
k = konstanta = 9.109 Nm2C-2
VP = potensial listrik di titik P (Joule/Coulomb = volt)
EP = energi potensial listrik (Joule)
r = jarak titik P dari q
k = konstanta = 9.109 Nm2C-2
VP = potensial listrik di titik P (Joule/Coulomb = volt)
EP = energi potensial listrik (Joule)
Daftar pustaka
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Halliday, Resnick. 1994. Fisika Edisi Ketiga . Jakarta: Erlangga.
Ilmu
Pengetahuan Populer. 2005. Grolier International, Inc.Jendela IPTEK. 2000.
Jakarta: Balai Pustaka Johnson, Keith. 2001. Physics for You. United Kingdom:
NelsonThornes. Ltd. Kamus Fisika Bergambar. 2004. Jakarta: Erlangga.
Kamus
Kimia Bergambar. 2004. Jakarta: Erlangga. Oxford Ensiklopedi Pelajar. 1995.
Jakarta: Grolier-Widyadara. Physics Today. 1995. World Book, Inc. The World
Book Encyclopedia. 1995. Chicago: World Book. Tipler, Paul A. 1998. Fisika.
Jakarta: Erlangga







Tidak ada komentar:
Posting Komentar